Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekedar pengetahuan, tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat diuji dengan seperangkat metode yang di akui dalam bidang ilmu tertentu. Dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karna manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya.
Syarat-syarat Ilmu
- Objektif, ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam.
- Metodis adalah upaya untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran.
- Sistematis, dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, terurai secara logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat objeknya.
- Universal, kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum.
Teknologi berasal dari kata bahasa prancis "La Teknique" yang dapat diartikan dengan "Semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional". Dalam hal ini sesuatu yang dimaksudkan dapat berupa benda atau konsep, pembatasan cara yaitu secara rasional.
Teknologi dalam arti ini dapat diketahui melalui barang-barang, benda-benda, atau alat-alat yang berhasil dibuat oleh manusia untuk memudahkan dan menggampangkan realisasi hidupnya di dalam dunia. Teknologi bukan lagi sekedar sebagai suatu hasil dari daya cipta yang ada dalam kemampuan dan keunggulan manusia, tetapi ia bahkan telah menjadi suatu “dayapencipta” yang berdiri di luar kemampuan manusia, yang pada gilirannya kemudian membentuk dan menciptakan suatu komunitas manusia yang lain.
KEMISKINAN
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi keabutuhan hidup yang pokok. Dikatakan dibawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain sebagainya. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal:
- Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
- Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
- Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi
Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan sistem nilai yang dimiliki.
Sumber : id.wikipedia.org
www.aingindra.com