Minggu, 02 April 2017

Pemrograman Jaringan (Tugas 1)

     getIP

Logika             :

Pada program getIP.java diatas digunakan untuk mengetahui alamat IP dari komputer kita. Diatas terdapat statement  java.net.* untuk menjalankan program ini yang harus terhubung dengan internet. Program ini diberi nama class getIP. Kemudian terdapat variabel host yang digunakan untuk menampung perintah dari InetAddress.getLocalHost();. Selanjutnya program akan mencetak ip kompter dengan memanggil nilai variabel host.getAddress();.

Output             :


getName

Logika             :
Pada listing program diatas akan mengimport package java.net*;. Kemudian program ini diberi nama class getName. Selanjutya terdapat variabel InetAddress host bernilai null dan deklarasi host bernilai InetAddress.getLocalHost();. Dan terakhir program akan mencetak nama komputer dengan memanggil variabel host.getHostName();.

Output             :


IptoName

Logika             :
     Pada listing program diatas akan mengimport package java.net*;. Kemudian program ini diberi nama class IPtoName. Selanjutnya terdapat kondisi if dimana jika program nilainya lebih besar sama dengan 0 maka akan mencetak pemakaian dan IPtoName lalu program akan kembali ke semula. Kemudian mendeklarasikan String host yaitu 0 dan InetAddress address bernilai null. Lalu dengan menggunakan perintah Try dan catch program akan mengecek apakah ada kesalahan dari user dalam  menjalankan program tersebut. Dimana jika ada kesalahan maka program akan mencetak “invalid ip – malformed IP”. Untuk menjalankan program ini, harus dengan format “Java IPtoName <IP Address>” Sebagai contoh kita gunakan alamat ip komputer kita, “Java IptoName 192.168.1.135” dan program akan mencetak nama host dari komputer kita.

Output             :


NsLookup


Logika             :
Pada listing program diatas akan mengimport package java.net*;. Kemudian program ini diberi nama class NsLookup. Program ini akan mencetak Pemakai: Java NsLookup. Selanjutnya mendeklarasikan String host adalah 0 dan InetAddress address bernilai null. Kemudian terdapat perintah try dan catch yang digunakan untuk menangkap kesalahan didalam program, pada perintah try ini akan mencoba memanggil nama host kemudian disimpan didalam variabel address, jika terdapat kesalahan maka program akan mencetak “unknown host”, jika program tidak terjadi kesalahan terdapat perintah perulangan for, didalam perulangan ini terdapat perintah percabangan if, jika nilai variabel i lebih besar dari 0 maka program akan mecetak nilai ip dengan memanggil nilai dari variabel ip[i]. Untuk menjalankan program ini, harus dengan format “Java NsLookup <hostname>” Sebagai contoh kita gunakan nama komputer kita, “Java NsLookup Desy” dan program akan mencetak ip address dari komputer kita.

Output             :

Client – Server



Logika             :
Pada program diatas adalah program yang digunakan untuk komunikasi antara server dan client. Program diatas diberi nama class simpleServer dan simpleClient. Untuk menjalankan program tersebut terlebih dahulu kita jalankan program server, apabila server dijalankan  maka akan menampilkan pemberitahuan bahwa “Aplikasi server hidup”. Selanjutnya kita  jalankan program client, dengan cara mengetik simpleClient <nama komputer>. Kemudian server akan meminta kata kunci pada client. Jika kata  kunci sudah  dimasukkan oleh client maka server akan menampilkan kata kunci yang telah di kirim oleh client tersebut.

Output             :


Kamis, 22 Desember 2016

CLOUD COMPUTING


Pengertian Cloud Computing

Cloud Computing (Komputasi awan) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis Internet (awan). Awan (cloud) adalah metefora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer.

Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service),  sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet  (di dalam awan) tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.


Sejarah Cloud Computing

Pada tahun 50-an, Cloud Computing memiliki konsep yang mendasar. Ketika komputer mainframe yang tersedia dalam skala yang besar dalam dunia pendidikan dan perusahaan dapat diakses melalui komputer terminal disebut dengan Terminal Statis. Terminal tersebut hanya dapat digunakan untuk melakukan komunikasi tetapi tidak memiliki kapasitas pemrosesan internal. Agar penggunaan mainframe yang relatif mahal menjadi efisien maka mengembangkan akses fisik komputer dari pembagian kinerja CPU. Hal ini dapat menghilangkan periode tidak aktif pada mainframae, memungkinkan untuk kembali pada investasi. Hinga pertengahan tahun 70-an dikenal dengan RJE remote proses Entry Home Job yang berkaitan besar dengan IBM dan DEC Mainframe.

Tahun 60-an, John McCarthy berpendapat bahwa “Perhitungan suatu hari nanti dapat diatur sebagai utilitas publik.” Di buku Douglas Parkhill, The Challenge of the Computer Utility menunjukkan perbandingan idustri listrik dan penggunaan pada listrik di masyarakat umum dan pemerintahan dalam penyediaan cloud computing. Ketika Ilmuan Herb Grosch mendalilkan bahwa seluruh dunia akan beroperasi pada terminal bodah didukung oleh sekitar 15 pusat data yang besar. Karena komputer ini sangat canggih, banyak perusahaan dan entitas lain menyediakan sendiri kemampuan komputasi melalui berbagai waktu danbeberapa organisasi, seperti GE GEISCO, Anak perusahaan IBM Biro Corporation, Tymshare, CSS Nasional, Data Dial, Bolt, dan Beranek and Newman.

Tahun 90-an, perusahaan telekomunikasi mulai menawarkan VPN layanan jaringan pribadi dengan kualitas sebanding pelayanannya, tapi dengan biaya yang lebih rendah. Karena merasa cocok dengan hal tersebut untuk menyeimbangkan penggunaan server, mereka dapat menggunakan bandwidth jaringan secara keseluruhan. Lalu menggunakan simbol awan sebagai penunjuk titik demarkasi antara penyedia dan pengguna yang saling bertanggung jawab. Cloud computing memperluas batas iniuntuk menutup server serta infrastruktur jaringan.

Sejak Tahun 2000, Amazon sebagai peran penting dalam semua pengembangan cloud computing dengan memodernisasi pusat data, seperti jaringan komputer yang menggunakan sesedikit 10% dari kapasitas mereka pada satu waktu. Setelah menemukan asitektur awan baru, mengalami peningkatan efisiensi internal sedikit bergerak capat “Tim Dua-Pizza”(Tim kecil untuk memberi makan dengan dua pizza) dapat menambahkan fitur baru dengan cepat dan lebih mudah. Kemudian Amazon mulai mengembangkan produk baru sebagai penyedia cloud computing untuk pelanggan eksternalm dan meluncurkan Amzaon Web Service (AWS) tahun 2006.

Awal tahun 2008, Eucalypus menjadi yang pertama open source, AWS API Platform yang kompatibel menyebarkan awan swasta. Open Nebula ditingkatkan dalam proyek Eropa Reservoir Komisi yang sudah didanai. Pada tahun yang sama, agar difokuskan pada penyediaan jaminan kualitas layanan (seperti yang dipersyaratkan oleh aplikasi interaktif real-time) untuk infrastruktur berbasis cloud dalam rangka IRMOS Eropa Proyek yang didanai Komisi. Pertengahan 2008, Gartner melihat kesempatan untuk membentuk hubungan antara konsumen layanan TI, mereka menggunakan layanan TI dan menjualnya. Dan mengamati bahwa “Organisasi layanan TI yang beralih dari perangkat keras milik perusahaan dan aset perangkat lunak untuk digunakan layanan berbasis model sehingga pergeseran diproyeksikan untuk komputasi.....akan menghasilkan pertumbuhan dramatis dalam produk IT di beberapadaerahdan pengurangan yang signifikan di daerah lain.”.


Tanggal 1 Maret 2011,IBM mengumumkan SmartCloud kerangka IBM Smarter Planet untuk mendukung. Di antara berbagai komponen dasar Smarter Computing, cloud computing adalah bagian yang paling penting.

Manfaat Cloud Computing

Dari penjelasan tentang cloud computing diatas, ada banyak manfaat yang bisa kita ambil dari cloud computing, yaitu :

1.      Skalabilitas, yaitu dengan cloud computing kita bisa menambah kapasitas penyimpanan data kita tanpa harus membeli peralatan tambahan, misalnya hardisk dll. Kita cukup menambah kapasitas yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing.
2.    Aksesibilitas, yaitu kita bisa mengakses data kapanpun dan dimanapun kita berada, asal kita terkoneksi dengan internet, sehingga memudahkan kita mengakses data disaat yang penting.
3.      Keamanan, yaitu data kita bisa terjamin keamanan nya oleh penyedia layanan cloud computing, sehingga bagi perusahaan yang berbasis IT, data bisa disimpan secara aman di penyedia cloud computing. Itu juga mengurangi biaya yang diperlukan untuk mengamankan data perusahaan.
4.      Kreasi, yaitu para user bisa melakukan/mengembangkan kreasi atau project mereka tanpa harus mengirimkan project mereka secara langsung ke perusahaan, tapi user bisa mengirimkan nya lewat penyedia layanan cloud computing.
5.      Kecemasan, ketika terjadi bencana alam data milik kita tersimpan aman di cloud meskipun hardisk atau gadget kita rusak.

Karakteristik Cloud Computing

1.      On-Demand Self-Services
Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui  mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga.

2.      Broad Network Access
Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain.

3.      Resource Pooling
Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.

4.      Rapid Elasticity
Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud computing, maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat.

5.      Measured Service
Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan  cloud computing dibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.

Jenis layanan yang Disediakan Cloud Computing

Secara umum, layanan Cloud Computing dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu aplikasi / perangkat lunak, platform, dan infrasturktur ( Software as a Service, Platform as a Service, dan Infrastructure as a Service)
1.      Software as a Service (Saas) : layanan yang menyediakan aplikasi siap pakai yang ditujukan kepada pengguna akhir (End User). Disini user tidak perlu membuat aplikasi ataupun infrastruktur. Contohnya yaitu hotmail, gmail, ymail, twitter dan facebook. Disini user tidak perlu repot - repot membuat sebuah aplikasi alis siap pakai saja, untuk layanan berbayar contohnya penggunaan aplikasi office365, salesforce dan sebagainya.

2.      Platform as a Services (PaaS) : layanan ini menyewakan tempat untuk menjalankan sebuah aplikasi dari pengguna. Layanan tersebut bisa saja seperti penyediaan sistem operasi, database, framework yang merupakan platform untuk menjalankan sebuah aplikasi. Jadi disini pengguna tidak perlu melakukan maintenance dan menyiapkan infrastructure sehingga user hanya fokus untuk membangun aplikasi. Sebagai contoh adalah seperti Wimdows Azure, Amazon Web Service, Google App Engine dan sebagainya.


3.      Infrastructure as a Service (IaaS) : layanan yang menyediakan infrastuktur IT kepada pengguna akhir dimana layanan tersebut dibangun berbasis cloud. Infrastruktur tersebut bisa bersifat fisik seperti hardisk, memory, jenis server, jaringan dan sebagainya. Cloud provider disini hanya menyediakan infrastruktur berdasarkan permintaan dari pengguna. Jadi jika user ingin melakukan penambahan atau upgrade infrastuktur bisa menghubungi penyedia server cloud tersebut. Contohnya Amazon EC2, Rackspace cloud dan lain sebagainya.

Kelebihan Cloud Computing

1.     Menghemat biaya dan ruang infratructure pembelian sumber daya komputer
2.     Bisa mengakses file dimana saja dan kapan saja
3.   Bisa menghemat waktu pada perusahaan sehingga bisa langsung fokus pada perkembangan infrastructure
4.     Dapat dengan mudah di monitoring dari satu server
5.     Operasional dan manajemen lebih mudah dan sederhana
6.     Menghemat biaya operasional pada sistem informasi yang dibangun
7.     Kolaborasi yang terpercaya

Kekurangan Cloud Computing

1.    Komputer akan menjadi lemot  atau lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali bila internet putus
2.      Komputer akan menjadi lambat kinerjanya jika koneksi internet kita juga lambat
3.   Komputer akan menjadi sangat lambat karena diakses oleh banyak pengguna sehingga server akan menerima banyak sekali permintaan
4.   Jika tidak mempunyai backup yang handal maka hal terburuk ini akan timbul karena semua data berada di satu server pada cloud computing

Sabtu, 12 November 2016

KONFIGURASI DHCP SERVER DENGAN MENGGUNAKAN REDHAT

Disini saya akan menjelaskan langkah - langkah untuk mengkonfigurasi DHCP server pada redhat. Sebelum itu, saya akan menjelaskan apa itu DHCP server?

DHCP server merupakan  program  aplikasi yang berjalan di server, yang memungkinkan pc client yang terhubung ke server tidak perlu  melakukan pengaturan  IP karena nomor IP sudah ditentukan oleh server.

Konfigurasi DHCP Server

1. Cek apakah aplikasi DHCP server sudah di install.


2. Selanjutnya buat file dhcp.conf.


3. Lalu  isi file sesuai dengan konfigurasi dibawah ini.


jika  sudah,  simpan file dengan dengan menekan tombol Esc  kumudian ketik :wq  dan  enter.

4. Kemudian lakukan restart  network.


5. Lalu aktifkan DHCP  server agar  ketika boot ulang atau restart vnc server langsung aktif.


6. Kemudian jalankan DHCP servernya.


7. Dan terakhir restart DHCP server untuk memastikan konfigurasi telah berjalan.